Permainan Hujan


Langit mempermainkan aku
Deras air tumpah, lalu cerah
Kemudian gerimis buatku meringis
Lalu berhenti kukira muncul mentari
Dan hujan kembali bersemi

Ragu meletak langkah di genangan becek
Sama saja, toh sepatuku sudah basah
Terhuyung-huyung menunggu waktu
dibawah pohon petai cina

Di seberang sana kelasku, jarak 50 meter
dan aku berdiri terpaku-ria sembari berteman gelisah
Pun meragukan olokan hujan
yang tak bisa mengandal akal

Sebentar lagi,
Sebentar lagi jam matematika
dan aku akan berhadapan kertas putih
yang sebentar lagi juga akan mengejekku:
Ulangan Matematikampreto

Mengoyak nekat, aku berlari di tengah lapangan
dikelilingi deretan berpasang mata mengawasi dikoridor senior
Terseret nyaris terpeleset pada tanah liat bercampur lumpur
Bagus! Dan rok ku, hijab, juga sweater kini sehati
Aku Basah Kuyup

4 comments

Rizaldy Gema | December 4, 2011 at 9:07 PM

haha. gaya pusisi model baru ini rupanya. ;D cool.

Dezavrillius | December 4, 2011 at 9:28 PM

yak begitulah..
puisi kontaminasi esmosi hati *heleeh

Rizaldy Gema | December 4, 2011 at 9:29 PM

haha. bisa aja. tapi bagus kok. :)

Dezavrillius | December 4, 2011 at 9:57 PM

bagus puisi nya atau bagus ke-sengsaraan-nya??
wkwkwk

Post a Comment

titip komennya dong yaaa....
silahkan ber-ceriwis-ria disini.. mumpung ga ada larangan :p